
Tutorial membuat materi stand up comedy :
1. Kalian harus memiliki awal keresahan biasanya ini disebut premis, keresahan bisa didapat dari dalam tubuh kita, keadaan lingkungan sekitar atau sudut pandang terdapat seorang tokoh masyarakat.
2. Setelah kalian mendapatkan keresahan dalam materi kalian harus membuat kata keresahan dalam materi contoh :
Saya itu takut …….
Saya itu marah …….
Saya itu kawatir ……
Saya itu sebel …….
3. Materi stand up comedy juga bisa berupa fakta tapi jangan lupa kalian harus memberikan sebuah opini
Contoh : fakta : hari jumat kemaren bapak SBY datang ke pulau madura
Opini : menurut saya beliau kemadura cuman pengen jadi khotib shalat jumat
Dalam menulis materi harus ada solusi atau saran sehingga penonton menyetujui apa yang anda utarakan.
Istilah istilah
Kill/pecah/komporgas : ketika kita sukses membuat penonton tertawa
Bomb : ketika kita gagal membuat penonton tidak tertawa (garing)
Syarat:
• Kompetisi ini terbuka untuk umum.
• Peserta minimal berumur — tahun.
• Peserta diwajibkan menyertakan profil komik.
• Peserta tidak dipungut biaya.
• Pendaftaran peserta paling lambat tanggal …………… 2013.
Teknis Perlombaan
• Peserta harus hadir 20 menit sebelum acara dimulai
• Bagi peserta yang nomor undiannya dipanggil 3 kali berturut-turut namun tidak juga tampil,akan dinyatakan gugur atau mengundurkan diri.
• Peserta yang dipanggil sampai tiga kali dan tidak hadir maka dinyatakan gugur.
• Waktu peserta untuk menunjukan kemampuannya (stand up comedy) 10 menit.
• Peserta yang tampil melebihi waktu yang telah ditentukan akan dikurangi poinnya sebanyak 10 poin
• Peserta berstand up comedy tidak boleh menggunakan alat bantu (media) kecuali pengeras suara yang disediakan oleh panitia
• Peserta berstand up comedy menampilan komedinya berdasarkan tema “Aku cinta seni”
Kriteria Penjurian (Poin Penilaian 10 – 100)
• Kekocakan
• Orisinalitas Ide
• Materi
• Delivery (cara penyampaian)
• LPM (laugh per minute)
• Act out (gesture, Mimik dan Ekspresi)
• Peserta harus hadir 20 menit sebelum acara dimulai
• Bagi peserta yang nomor undiannya dipanggil 3 kali berturut-turut namun tidak juga tampil,akan dinyatakan gugur atau mengundurkan diri.
• Peserta yang dipanggil sampai tiga kali dan tidak hadir maka dinyatakan gugur.
• Waktu peserta untuk menunjukan kemampuannya (stand up comedy) 10 menit.
• Peserta yang tampil melebihi waktu yang telah ditentukan akan dikurangi poinnya sebanyak 10 poin
• Peserta berstand up comedy tidak boleh menggunakan alat bantu (media) kecuali pengeras suara yang disediakan oleh panitia
• Peserta berstand up comedy menampilan komedinya berdasarkan tema “Aku cinta seni”
Kriteria Penjurian (Poin Penilaian 10 – 100)
• Kekocakan
• Orisinalitas Ide
• Materi
• Delivery (cara penyampaian)
• LPM (laugh per minute)
• Act out (gesture, Mimik dan Ekspresi)
Pelawak tunggal terkenal
Dari Amerika Serikat
Woody Allen, Chris Rock, Lenny Bruce, Jim Carrey, Jerry Seinfeld, Bill Cosby, Steve Martin, dan Rodney Dangerfield
Dari Amerika Serikat
Woody Allen, Chris Rock, Lenny Bruce, Jim Carrey, Jerry Seinfeld, Bill Cosby, Steve Martin, dan Rodney Dangerfield
Dari Indonesia
Raditya Dika, Mongol, Ernest Prakasa, Pandji Pragiwaksono, Ge Pamungkas, Ryan Adriandhy, Gilang Bhaskara, Boris Bokir, Insan Nur Akbar, Budi Kusumah, Mo Sidik, Asep Suaji, Topenk, Kemal Palevi, Babe, Fico, Arie Kriting, Alphi Sugoi, Bene, Alison Bule Bandung dan masih banyak lagi.
Raditya Dika, Mongol, Ernest Prakasa, Pandji Pragiwaksono, Ge Pamungkas, Ryan Adriandhy, Gilang Bhaskara, Boris Bokir, Insan Nur Akbar, Budi Kusumah, Mo Sidik, Asep Suaji, Topenk, Kemal Palevi, Babe, Fico, Arie Kriting, Alphi Sugoi, Bene, Alison Bule Bandung dan masih banyak lagi.
Contoh sebuah Bit dalam stand-up comedy adalah sebagai berikut:
Setup:
Gua ngerasa, sejak ada kamera digital, cewe-cewe tuh jadi suka bikin kesel kalo minta difotoin, tiap abis difotoin, selalu minta diulang
Punchline:
Alasannya selalu sama.. “kayanya pipi aku keliatan gendut deh..”
Joke di atas merupakan contoh sebuah Bit sederhana, yang lucunya juga mungkin sederhana. Kenapa sederhana? karena kita masih bisa menambahkan Punchline kedua, ketiga dan seterusnya untuk memperkuat joke tersebut. Jadi yang tadinya penonton tertawa hanya sekali, bisa jadi dua kali atau tiga kali, bahkan jika sudah pada level yang sangat lucu, audiens biasanya bukan hanya tertawa, tapi juga memberikan tepuk tangan. Teknik ini biasa disebut double punchlines.
Berikut adalah contoh penguatan Punchline untuk joke di atas:
Setup:
Gua ngerasa, sejak ada kamera digital, cewe-cewe tuh jadi suka bikin kesel kalo minta difotoin, tiap abis difotoin, selalu minta diulang
Punchline 1:
Alasannya selalu sama.. “kayanya pipi aku keliatan gendut deh, bisa diulang ga?..”.
Punchline 2:
Gua curiga cewe-cewe kaya gini, kalo foto rontgen juga minta diulang. Alasannya sama.. “dok, kayanya tulang belikat aku gendut deh, bisa diulang ga?”
Bit yang kedua terasa lebih kuat Punchline-nya, karena ada penambahan penekanan pada Punchline, yang membuat keresahan si comic jadi lebih tergambarkan dengan jelas.
Secara tidak langsung, audiens menjadi lebih merasakan kekesalan si comic terhadap perempuan yang dia ambil fotonya, hal ini yang akan membuat audiens kembali tertawa bahkan bisa lebih keras dari Punchline yang pertama, karena ia merasa dibombardir oleh Punchline yang berurutan dan saling terkait.
Tipe joke di atas adalah tipe joke observational, dimana comic membahas tentang hal yang terjadi di sekelilingnya dalam kehidupan sehari-hari.
Saya termasuk comic yang menyukai tipe joke seperti ini, karena saya merasa joke observational lebih terasa dekat dengan audiens, karena mereka pasti pernah mengalami hal yang sama.
Ketika mereka tertawa, maka kita bersama-sama menertawakan diri kita sendiri, dan itu sangatlah menyenangkan.
Dalam mencari ide, saya biasanya selalu membawa sebuah notes kemanapun saya pergi. Bentuknya bisa buku atau smartphone. Ini berguna untuk mencatat apapun yang tiba-tiba saya temui dan sekiranya menurut saya itu bisa menjadi sesuatu hal yang lucu jika dibahas.
Istilahnya, saya mencatat Premis-nya dulu, belum joke-nya. Joke-nya bisa dikembangkan saat saya memikirkan lebih jauh lagi tentang Premis tersebut. Kalau dari contoh Bit di atas, Premisnya adalah “Sejak ada kamera digital, cewe itu jadi ngeselin kalo minta difotoin”.
Premis adalah sebuah dasar pemikiran atau bisa juga berupa opini, sementara joke yang saya buat akan menjadi alasan kenapa saya memiliki pemikiran seperti itu.
Sebetulnya masih banyak teknik-teknik lain dalam menulis materi komedi, namun menurut saya,
Setup dan Punchline adalah kunci utama sebuah joke.
Jadi untuk awal, hal inilah yang perlu dibuat sematang mungkin, nanti dengan perlahan teknik lainnya bisa menyusul dan dipelajari sambil jalan. Karena kalau menurut saya, percuma tekniknya macam-macam kalau Punchline-nya tidak lucu 
sumber: coomicka.wordpress.com
0 komentar