
Bagaimana tidak, Raditya Dika turut menebarkan virus stand up comedy bersama dengan komika Pandji Pragiwaksono, Ryan Adriandhy, dan Ernest Prakasa lewat komunitas Stand Up Comedy Indonesia yang mereka bentuk pada tahun 2011.
Di beberapa kesempatan Raditya Dika juga ditunjuk menjadi mentor stand up comedy dan juri dalam beberapa kompetisi stand up comedy.
Tidak hanya jadi mentor saat ada kompetisi, Dika juga turut menjadi mentor Stand Up comedy Indonesia bagi siapapun yang ingin melatih keahliannya sebagai komika atau pelawak tunggal.
Beberapa waktu lalu, Raditya Dika membagikan beberapa teknik stand up comedy bagi semua orang yang ingin terjun ke dunia komika, seperti apa teknik-tekniknya?
teknik stand up comedySimak nih, teknik stand up comedy ala Raditya Dika!
1. Act Out
Act Out atau biasa dikenal sebagai acting out adalah teknik di mana lelucon dibawakan dengan akting. Ini gunanya untuk mempertebal punch line. Misalnya kamu melempar lawakan tentang polisi yang menilang, kamu harus mengadegankan polisi saat menilang lengkap dengan gerak-geriknya.
Kunci untuk Act Out menurut Raditya Dika adalah satu: jangan ragu, harus 100% dilakukan dengan total.
2. Rule of Three
Rule of Three adalah teknik penggunaan 3 kalimat. Pertama biasa, kedua biasa, ketiga baru sedikit menukik atau langsung ke punch line. Kekurangan teknik ini adalah materi yang kita sampaikan cukup ketebak oleh audiens.
Dika menyarankan teknik ini jangan sering dipakai kalau materi yang kita sampaikan sedikit, atau ada baiknya diselingi dengan teknik lain.
3. Double Punchline
Double punchline adalah sebuah teknik di mana seorang komika melemparkan joke beruntun antara punch line satu ke berikutnya.
Namun, nggak menutup kemungkinan bahwa komika punya lebih dari 2 punch line. Dika menyebutkan double punch line ini paling susah ditulis, dan kadang-kadang komika lebih sering melakukan double punch line secara spontan.
4. Hiperbola
Teknik hiperbola atau melebih-lebihkan sesuatu adalah teknik yang dekat dengan act out. Di mana seni membuat adegan lebay ini kalau berhasil dibawakan oleh komika bisa sukses membuat penontonnya tertawa.
sumber: haho.co.id
Kadang teknik hiperbola ini membawa penonton berimajinasi bahwa adegan tersebut ada di kehidupan nyata. Tapi satu yang harus diingat adalah “don’t try to be funny”, namun berusahalah senatural mungkin dan kalian akan terkejut dengan respon penonton.
5. Heckler Handling
Heckler adalah “pengganggu” saat kita berdiri di hadapan audiens, mereka biasa menimpali materi yang dibawakan komika dan bisa merusak konsentrasi. Sementara handling adalah cara menanggapi “pengganggu” tadi dengan benar, dengan cara yang seru dan bisa berbalik menjadi materi yang lucu. Dika mengatakan handling ini sifatnya spontan, jadi perlu jam terbang dan latihan terus.
0 komentar